blanja.com
telkomsel halo

Digitalisasi topang pertumbuhan wisman

12:50:44 | 14 Nov 2017
Digitalisasi topang pertumbuhan wisman
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – Kementrian Pariwisata (Kemenpar) mengungkapkan aksi digitalisasi yang didorong sejak tiga tahun lalu berhasil menggairahkan bisnis pariwisata dan mendatangkan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Indonesia.

“Tidak bisa tidak, agar tidak mati, perusahaan harus go digital! Kemenpar sudha melakukan ini sejak beberapa tahun lalu dan dampaknya ke pertumbuhan Wisman ke Indonesia,” ungkap Menteri Pariwisata Arief Yahya, kemarin.

Diungkapkannya, aksi digitalisasi yang telah dilakukan Kemenpar selama beberapa tahun ini diantaranya mendirikan War Room, promosi di Converged Media, dan Generasi Pesona Indonesia. ”Pertumbuhan kunjungan Wisman sebesar 25,68% bisa diraih karena Kemenpar sudah Go Digital,” tegasnya.

Dalam catatan, selama Pria yang akrab disapa AY duduk menjadi orang nomor satu di Kemenpar,  sektor pariwisata berhasil menjadi lima besar penyumbang devisa negara.

Pariwisata juga mampu menjadi penyumbang Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dan tenaga kerja. “Pariwisata
peringkat ke empat penyumbang devisa nasional, sebesar 9,3%. Pertumbuhan penerimaan devisa tertinggi, yaitu 13%. Biaya marketing hanya 2% dari proyeksi devisa," ujar Arief.

Di sisi lain, pariwisata menyumbangkan 10% PDB nasional dan merupakan nominal tertinggi di ASEAN. Pertumbuhan PDB pariwisata di atas rata-rata industri dengan spending US% 1 Juta atau PDB 170%, tertinggi di industri.

Sektor pariwisata merupakan penyumbang 9,8 juta lapangan pekerjaan, atau 8,4%. Devisa dari sektor pariwisata pada 2016 sebesar US$ 13,568 miliar. Pada 2015, devisa dari sektor pariwisata sebesar US$ 12,225 miliar.  

Tahun 2019, industri pariwisata diproyeksikan menjadi penghasil devisa terbesar di Indonesia yaitu US$ 24 miliar, melampaui sektor migas, batubara dan minyak kelapa sawit.  

Dengan target kunjungan wisman 20 juta pada 2019, sektor pariwisata diharapkan mampu menghasilkan devisa hingga Rp 280 triliun dan kontribusi terhadap perekonomian (PDB) nasional sebesar 15%.

Tahun ini, pemerintah menetapkan target kontribusi pariwisata terhadap perekonomian (PDB) nasional sebesar 13%, dan devisa yang dihasilkan sebesar Rp 200 triliun. Penyerapan tenaga kerja sebanyak 12 juta, jumlah kunjungan wisman 15 juta, dan pergerakan wisnus 265 juta. Adapun indeks daya saing (WEF) berada di ranking 40, dari posisi saat ini di peringkat 50 dunia.

Disrupsi
Secara terpisah, Ketua Umum  Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengatakan disrupsi digital (digital disruption) memberikan dua dampak yakni positif dan negatif.

Diungkapkan Hariyadi para pemilik dan operator hotel saat ini harus bisa beradaptasi dengan tuntutan dari online travel agency, yang meminta komisi lebih tinggi dari travel agency konvensional. "Komisinya mereka itu cukup tinggi, antara 15-30%," ujarnya.

Hariyadi juga menyoroti masalah perpajakan terkait Online Travel Agency asing, terutama terkait Pajak Penghasilan Pasal 26 (Pph Pasal 26).

Saat ini operator dan pemilik hotel dipaksa membayar PPH26 yang ditagih oleh Direktorat Jenderal Pajak, karena para OTA asing tidak membayar pajaknya.

"Ini yang sedang di proses di dirjen pajak. Nah karena hotel tidak bisa narik,  Dirjen Pajak meminta hotel yang membayarkan. Ini saya rasa semua hotel akan bereaksi keras karena ini kan jadi beban biaya tinggi. OTA asing ini meminta komisi antara 15-30%. Saran kita OTA asing membuat badan usaha tetap di Indonesia,” pungkasnya.(tp)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
hut idt 6
More Stories
iklan-web.gif
telkom sigma
kemenpar pesona indonesia
kemenpar pesona indonesia