blanja.com
telkomsel halo
finnet KTM

BUMN ini diharapkan menjadi pemain satelit terbesar di ASEAN

10:47:01 | 18 Apr 2017
BUMN ini diharapkan menjadi pemain satelit terbesar di ASEAN
Menteri BUMN Rini M. Soemarno (ketiga kanan) bersama Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga (ketiga kiri) berfoto usai peresmian pengoperasian satelit Telkom 3S didampingi oleh Komisaris Utama Telkom Hendri Saparini (kedua kanan), Deputi Pertambangan Industri Strategis dan Media Kementrian BUMN Fajar Hari Sampurno (kiri), Deputi Bidang Jasa Keuangan Jasa Survei dan Konsultan Kementrian BUMN Gatot Trihargo (kedua kiri) dan Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementrian Kominfo RI Ismail di Stasiun Pengendali Utama Satelit Telkom Cibinong (SPU Cibinong), Senin (17/4).(Foto:TLKM)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Kementrian Badan Usaha Milik Negara (KBUMN) memiliki harapan yang besar terhadap aksi Telkom di bisnis satelitnya.

"Telkom sudah berbisnis jasa satelit sejak 1976. Kini sudah resmi mengoperasikan satelit Telkom 3S dan tengah bersiap meluncurkan satelit Telkom 4. Kita harus dukung Telkom menjadi pemain satelit terbesar di Asia Tenggara," ungkap Menteri BUMN, Rini Soemarno, kemarin.

Menurutnya, rencana peluncuran satelit Telkom 4 perlu didukung sepenuhnya guna mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap satelit asing. "Saya dengar ada orbit yang akan ditinggal pemiliknya, saya harap pak dirjen (Dirjen SDPPI Kominfo, Ismail) segera amankan," ujarnya.  

Rini mengharapkan Telkom bisa menjadi perusahaan pengelola satelit terbesar di kawasan Asia Tenggara, tak hanya di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk mendorong kompetensi engineer-engineer satelit Telkom agar dapat bersaing di internasional.

"Telkom punya 20 engineer yang mahir urus satelit, tak kalah bagus dengan engineer di Amerika atau Kanada. Ini bukti Telkom punya kapasitas yang kuat dalam mengelola satelit. Mimpi saya, Telkom tak cuma jadi perusahaan manage satelit terbesar di Indonesia tetapi juga di Asia Tenggara," paparnya.

Pada kesempatan sama, Direktur Utama Telkom Alex J Sinaga menyatakan siap merealisasikan mimpi dari Menteri Rini itu dengan terus menambah satelit di angkasa melalui dua strategi yakni melalui akuisisi perusahaan satelit eksisting dan membeli satelit melalui mekanisme pemesanan kepada perusahaan asing. "Kita akan terus nambah satelit karena permintaannya tinggi di Indonesia," ulasnya.

Asal tahu saja, Telkom telah mengoperasikan satelit Telkom 3S di orbit 118° BT. Telkom 3S memiliki kapasitas total 42 transponder atau setara 49 Transponder Equivalent (TPE) yang terdiri atas 24 transponder C-Band (24 TPE), 8 transponder extended C-Band (12 TPE), dan 10 transponder Ku-band (13 TPE), dengan jangkauan seluruh wilayah Indonesia, Asia Tenggara, serta sebagian wilayah Asia Timur.

Penambahan 49 transponder, saat Telkom 3S beroperasi menjadikan Telkom mengelola 109 transponder dari tiga satelit (Telkom-1, Telkom-2, dan Telkom-3S). Sebelum ada Telkom 3S, Telkom memakai 60 transponder dari dua satelitnya dan menyewa 67 transponder dari satelit asing. (Baca: Merek Telkom)

Infrastruktur ini adalah satelit ke-18 dari Indonesia sejak satelit Palapa A1 diluncurkan pada 9 Juli 1976. Telkom 3S jadi satelit ke-9 milik Telkom. (Baca: Satelit Telkom 3S)

Pembuatan satelit Telkom-4 tengah digeber untuk diluncurkan pada kuartal keempat 2018.Satelit Telkom 4 akan menggantikan posisi satelit Telkom 1 di slot orbit 108, yang kemungkinan habis masa aktifnya pada 2021. (Baca: Satelit Telkom 4)

Manufakturnya adalah Space Systems Loral (SSL) dan perusahaan peluncurnya SpaceX dari Amerika Serikat. Model pengadaan untuk Satelit Telkom-4 adalah On Ground Delivery (OGD). Total investasi untuk Telkom 4 diperkirakan US$166 juta. Jumlah itu sudah termasuk dengan biaya asuransi senilai US$10 juta.(id)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
Lifestyle-IMS-Core-Android_300x250.jpg
More Stories
telkom sigma
smartfren
kerjasama CSI
kerjasama CSI