blanja.com
telkomsel halo

Sudah Oktober, bagaimana nasib implementasi PP PSTE?

08:46:16 | 09 Okt 2017
Sudah Oktober, bagaimana nasib implementasi PP PSTE?
Petugas tengah memeriksa data center. Nasib kewajiban data center harus ditempatkan di Indonesia tak jelas.(ist)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Anda masih ingat dengan Peraturan Pemerintah  No.82 Tahun 2012 tentang Penyelengaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE)?

Ini adalah salah satu produk fenomenal yang dibuat di era Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dimana masa transisi untuk implementasinya lumayan panjang yakni lima tahun sejak diundangkan alias tepatnya pada Oktober 2017 ini.

Aturan ini merupakan salah satu turunan dari Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dalam aturan ini ada ketentuan yang lumayan fenomenal dan mampu menarik investasi yakni soal kewajiban penempatan data center di Indonesia bagi Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) publik.

Sesuai Pasal 1 angka 4 yang terdapat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE) dinyatakan PSE adalah setiap orang, penyelenggara negara, Badan Usaha, dan masyarakat yang menyediakan, mengelola, dan/atau mengoperasikan Sistem Elektronik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama kepada Pengguna Sistem Elektronik.

Penyelenggara website adalah badan usaha yang menyediakan, mengelola, dan/atau mengoperasikan Sistem Elektronik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama kepada Pengguna Sistem Elektronik untuk keperluan sendiri dan keperluan pihak lain.

Dalam hal ini, pemain seperti Google, Facebook, dan lainnya tentu masuk dalam golongan PSE ini.

Tahapannya, para pemain PSE ini harus sudah teregistrasi semuanya di Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada Oktober 2017.

Setelah itu, Dalam PP PSTE di Pasal 17 dinyatakan: Penyelenggara Sistem Elektronik untuk pelayanan publik wajib memiliki rencana keberlangsungan kegiatan untuk menanggulangi gangguan atau bencana sesuai dengan risiko dari dampak yang ditimbulkannya.

Penyelenggara Sistem Elektronik untuk pelayanan publik wajib menempatkan Pusat Data dan Pusat Pemulihan Bencana di wilayah Indonesia untuk kepentingan penegakan hukum, pelindungan dan penegakan kedaulatan negara terhadap data warga negaranya. (Baca: Registrasi PSE)

Revisi
Menkominfo Rudiantara kala membuka pertemuan antara Telkomsigma dengan perusahaan teknologi informasi Amerika Serikat, IBM Watson & Cloud mengeluarkan sinyal adanya perubahan di PP PSTE. 

Rudiantara seperti dikutip dari laman Kominfo (9/10) kala membuka pertemuan dengan menyampaikan klarifikasi atas proses revisi Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 yang akan merubah ketentuan tentang penempatan server di wilayah Republik Indonesia (data localization), bahwa kewajiban tersebut hanya akan diterapkan pada data-data yang strategis bagi kedaulatan dan keamanan negara, sedangkan di luar itu diserahkan kepada masing-masing sektor untuk mengatur apa yang strategis bagi mereka.

"Sebagai contoh bisnis penerbangan yang memerlukan perpindahan data secara real time, pada akhirnya bisnis yang akan menentukan," kata Pria yang akrab disapa RA itu. (Baca: Revisi PP PSTE)

Secara terpisah, Direktur Indonesia ICT Institute Heru Sutadi menyatakan selama belum ada aturan baru dikeluarkan, maka PP PSTE tetap berlaku.

"Kita ini negara hukum, mana bisa cuma modalnya omongan menteri. Kalau Pak menteri maunya seperti itu, keluarkan minimal Surat Edaran (SE) yang menyatakan, sekarang ada transisi atau moratorium atau apalah. Kepastian hukum harus dijaga, tak bisa main modal omongan saja. Ini negara hukum," katanya.

Heru pun mengingatkan semangat hadirnya PP PSTE pada 2012 sudah melewati perdebatan yang panjang terutama masalah isu kedaulatan digital bagi Indonesia. (Baca: PP PSTE Macan Ompong)

"Jangan dipikir waktu buat PP PSTE itu tak pakai kajian akademis dan tak pertimbangkan masa depan. Justru karena ada PP PSTE itu sudah berapa investasi yang masuk bangun data center untuk antisipasi aturan ini berjalan. Pertimbangkan itu investor yang sudah taruh duit, jangan dipertimbangkan yang masih janji-janji saja," pungkasnya.(dn)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
Lifestyle-IMS-Core-Android_300x250_okt.jpg
More Stories
telkom sigma
kerjasama CSI
kerjasama CSI