blanja.com
telkomsel halo

Project Loon Tetap Harus Perhatikan Aspek Legalitas

07:03:49 | 15 Nov 2015
Project Loon Tetap Harus Perhatikan Aspek Legalitas
Ilustrasi (dok)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – Rencana tiga operator besar di Indonesia untuk melakukan Technical Test penyediaan akses internet melalui balon bersama Google mulai tahun depan diharapkan tetap memperhatikan aspek legalitas yang berlaku di Tanah Air.

Tiga operator yang telah mendapatkan dukungan dari Menkominfo Rudiantara untuk bergabung dalam Project Loon milik Google adalah Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata.

“Secara konsep, balon internet itu cocok untuk kondisi geografi Indonesia yang banyak pulau. Tetapi ada beberapa hal harus diperhatikan dulu sebelum Technical Test, “ saran  Direktur Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Michael Andreas Purwoadi, belum lama ini.

Menurutnya, hal yang paling utama diperhatikan sebelum Technical Test adalah isi legalitas dimana ada penggunaan frekuensi dari darat menuju balon, kemudian dari balon ke darat, yang harus memiliki izin dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Selain itu, penggunaan balon internet Google juga harus memperoleh izin dari Direktorat Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Izin dari Kemenhub itu diperlukan untuk mencegah dan mengidentifikasi balon dari risiko kecelakaan udara.

Hal yang paling utama adalah soal keamanan data dan informasi yang dijamin tidak akan tersebar secara sembarangan. “Sesuai yang dikatakan oleh Direktorat Keamanan Telekomunikasi, setiap sistem atau operator yang menggunakan balon harus menjamin bahwa data-data atau informasi tidak akan tersebarkan secara sembarangan," katanya.

Ditambahkannya, untuk tahap awal sebaiknya Project Loon Google tidak langsung dioperasionalkan. Namun, hanya sebatas bahan uji coba.  “Jangan sampai dijadikan bahan operasional tapi sebagai bahan uji coba. Saya open aja. Asal dipastikan keamanannya,” tegasnya. (Baca juga: Project Loon Bikin Google makin Kuat)

Secara terpisah Sigit Jatipuro mewakili Asosiasi Satelit Seluruh Indonesia mengatakan disruptive technology seperti yang dihadirkan melalui project loon ini perlu diwaspadai.

“Harusnya kerja sama dilakukan tidak dengan Google, karena di dalam negeri juga sudah ada penelitian dan pengembangan serupa. Apalagi, balon Google ini belum sempurna,” jelasnya.

Ditambahkan Sigit, yang perlu juga diwaspadai adalah kemampuan surveillance yang dapat digunakan untuk memata-matai apa yang ada di bawahnya. “Ini membahayakan ketahan nasional. Ini lebih berbahaya dari satelit yang tertutup awan, sebab dengan balon Google ini akan lebih terang,” tegasnya.(id)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
hut idt 6
More Stories
iklan-web.gif
telkom sigma
kemenpar pesona indonesia
kemenpar pesona indonesia