blanja
telkomsel halo
finnet KTM

Elevenia Memburu Efek Tongkat Hoki

06:04:03 | 20 Mar 2014
Elevenia Memburu Efek Tongkat Hoki
Ilustrasi (Dok)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – Potensi e-commerce di Indonesia memang menggiurkan. Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkomnfo) mengungkapkan pada 2012  potensi pasar bisnis e-commerce bisa mencapai Rp 330 triliun.

Survei yang dilakukan Visa dengan judul The Driving E-commerce Volume Through Consumer Insights: Indonesia 2013 menunjukkan 76% dari 71,19 juta pengguna internet di Indonesia melakukan belanja online dalam kurun waktu 12 bulan  terakhir.Banyak kalangan memperkirakan potensi e-commerce di Indonesia akan bernilai sekitar US$ 10- US$ 12 miliar pada tahun 2015. 

Memang, Indonesia belum semaju Korea Selatan dalam hal e-commerce dimana  10% dari total konsumsi ritel dilakukan secara online. Angka tersebut  jauh lebih besar ketimbang negara-negara maju yang lain, termasuk Amerika Serikat.

“E-commerce di Indonesia itu sedang membangun ekosistem. Tetapi, dalam semua kajian, bentuk grafiknya itu seperti Hockey Stick (tongkat hoki),  ketika tren menanjak maka akan terus naik, kemungkinan trennya booming sekitar tahun 2016 di Indonesia. XL tak mau ketinggalan memburu efek hockey stick itu,” ungkap Chief of Digital Service XL Dian Siswarini usai meresmikan peluncuran marketplace Elevenia, kemarin.

Elevenia adalah merek dagang dari XL Planet yang sahamnya dimiliki oleh XL dan SK Planet. Kedua perusahaan menyiapkan investasi awal sekitar US$ 36,6 juta untuk membangun portal ini sekitar 1,5 tahun lalu. Komposisi saham keduanya 50:50.

Elevenia tidak hanya menawarkan barang dari penjualnya, tetapi juga menawarkan daily deal, e-coupon, dan beberapa promo seperti loyalty points. Portal ini meskipun memperbolehkan penjual memasukkan barangnya secara gratis, langsung menarik komisi dari setiap penjualan. Sesuatu yang dianggap berani di bisnis e-commerce Indonesia.

“Kami mengharapkan  dalam tiga tahun nilai investasi yang dikeluarkan  sudah masuk  titik impas. Berikutnya di tahun keempat sudah positif, dan tahun kelima masuk profit. Nanti setiap enam bulan kita akan lihat implementasi bisnisnya, ada yang kurang diperbaiki,” jelasnya.

Presiden Direktur XL Axiata Hasnul Suhaimi mengungkapkan, perseroan masuk ke e-commerce untuk memperkuat bisnis digital yang merupakan bagian dari  diversifikasi usaha konektivitas.

"Kami masuk ke e-commerce karena bisnis koneksi suara dan SMS itu sudah menurun.  Sekarang marginnya sekitar 10%. Sementara e-commerce tengah tumbuh di Indonesia, dari 0,8% menjadi 2%  dari pasar komersial di Indonesia. Kita ingin dorong bisa naik menjadi 5%," ungkapnya.

Ditammbahkannya, fokus pertama dari perseroan dalam membesarkan bisnis e-commerce dengan membangun ekosistem dan platform, termasuk sistem pembayaran lintas operator. 

"Kita akan gandeng produk T-Cash (Telkomsel) dan Dompetku (Indosat) untuk mempermudah pembeli belanja di elevenia. Saat ini belanja di Elevenia sudah bisa dengan XL Tunai dan produk pembayaran lainnya,"ungkapnya. 

CEO Elevenia James Lee mengatakan fokus portalnya di tahun pertama adalah membangun ekosistem dan platform. “Kami akan bermain di mobile dan web commerce. Pengguna smartphone di Indonesia dalam dua tahun lagi akan melesat, ini tentu harus diantisipasi,” katanya.

Chief Financial Officer Elevenia Lila Nirmandari mengungkapkan, initial investment yang digelontorkan XL dan SK Planet digunakan untuk mengembangkan usaha tiga tahun ke depan.”Tetapi angka itu tidak dikunci di besaran itu. Kemungkinan ada tambahan jika dibutuhkan keduanya selalu siap,” katanya.

Tantangan Berat
Ketua Asosiasi e-Commerce Indonesia (iDEA) Daniel Tumiwa memprediksi, Elevenia walau didukung oleh XL dan SK Planet, tetapi tantangan yang dihadapi marketplace Indonesia akan berat. “Tidak mudah walau ada nama besar di belakangnya. Tetap saja harus mulai dari nol,” ungkapnya.

Menurutnya, langkah dari Elevenia untuk tidak hanya fokus kepada Usaha Kecil dan Menengah (UKM), tetapi juga menerima pedagang merupakan hal yang tepat. “Sama seperti Multiply bermain di pedagang dulu. Sepertinya mereka belajar banyak dari kondisi yang ada, apalagi di sana (Elevenia) banyak eks Multiply. Masalah menarik komisi langsung, rasanya itu sesuatu yang baru, harus dilihat nanti reaksi pasar,” katanya.

Untuk diketahui, Elevenia akan bersaing dengan sesama marketplace seperti Tokopedia, Rakuten Belanja Online, dan Lamido dan layanan e-commerce seperti Lazada, Blibli, Bhinneka atau Bukalapak.com.

Bukalapak baru saja membuat layanan di aplikasi Android dan per hari menerima kunjungan kurang lebih 150.000. Setelah berdiri 2010, Bukalapak.com membukukan transaksi sekitar Rp 500 juta per hari atau sekitar Rp 15 miliar per bulan. Untuk tahun ini bukalapak menargetkan jumlah transaksi mencapai Rp 50 miliar per bulan.
 
Tak hanya harus menghadapi persaingan dari sesama pemain, pelaku e-commerce juga akan disibukkan dengan hadirnya regulasi baru karena sektor ini sudah masuk ke UU Perdagangan. 

Masalah pajak akan menjadi hal yang utama di bahas dalam aturan turunan nantinya karena menurut data Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mayoritas transaksi e-commerce di Indonesia tidak membayar pajak, meskipun nilai transaksi mencapai rata-rata kurang lebih Rp100 triliun per tahun.

Nah, kalau begini apakah efek tongkat hoki itu benar-benar bisa dirasakan dua tahun mendatang oleh Elevenia? Kita lihat saja nanti.(id) 

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
Minima-WiFi-Access-Point.jpg
More Stories
telkom sigma