blanja
telkomsel halo
finnet KTM

Ini peringkat untuk industri paling kritis

10:30:17 | 13 Jul 2017
Ini peringkat untuk industri paling kritis
ilustrasi
telkomtelstra januari - maret
OHIO (IndoTelko)  – Keperluan umum, termasuk listrik, gas, energi nuklir dan pengolahan air digolongkan sebagai salah satu industri paling kritis di dunia berdasarkan peringkat baru yang dilansir oleh Vertiv atau yang sebelumnya dikenal dengan Emerson Network Power.

Vertiv mengumpulkan para pakar infrastruktur kritis global untuk secara sistematis mengukur dan memberi peringkat kekritisan pada beberapa industri berdasarkan 15 kriteria.

Dalam keterangannya, (13/7), dinyatakan transportasi massal—secara khusus perkeretaapian dan transportasi udara—berada pada peringkat kedua dalam daftar, diikuti telekomunikasi, aktivitas hulu minyak dan gas, serta komputasi awan dan kolokasi (penitipan server).  

Tim pakar menetapkan kriteria yang mencakup berbagai dampak potensial dari hilangnya ketersediaan sistem kritis dan menilainya berdasarkan tingkat keparahan dampaknya. Kriteria ini kemudian digunakan untuk menyusun rubrik kekritisan yang digunakan oleh panel untuk menilai industri dan memberikan peringkat berdasar skor rata-rata mereka.

"Jika terdapat tema yang sama di bagian atas daftar ini, hal ini dikarenakan adanya keterkaitan dalam industri-industri ini," ujar Wakil Presiden, Pengembangan Pasar, Vertiv Jack Pouchet.

Menurutnya, sektor-sektor ini berperan penting bagi fondasi masyarakat saat ini dan terhentinya salah satu industri ini dapat mempengaruhi industri lain di seluruh dunia. Hal ini akan terus berlanjut karena dewasa ini dunia menjadi lebih mobile, lebih terhubung dan karena Internet of Things terus berkembang.

Energi dan air bersih adalah kebutuhan dasar bagi masyarakat maju serta mendukung sebagian besar industri dan layanan lainnya, menjadikan keperluan umum pilihan yang jelas sebagai salah satu industri yang paling kritis.

Transportasi massal berada di peringkat kedua, di mana para panelis tidak hanya mengutip soal keselamatan para pelancong, namun juga dampak besar dari penundaan dan gangguan yang dapat terjadi pada banyak bisnis, pasar serta dunia. Peringkat 3 bagi telekomunikasi merefleksikan pentingnya komunikasi dan konektivitas dalam aktivitas personal dan bisnis serta situasi darurat.

Layanan keuangan berada di puncak daftar peringkat industri kritis mengingat dampak keuangan dari waktu henti yang tak direncanakan.

eCommerce berada di urutan kedua, diikuti oleh komputasi awan dan kolokasi (penitipan server). Komputasi awan dan kolokasi (penitipan server) juga berada di peringkat lima pada daftar industri paling kritis dikarenakan oleh meningkatnya ketergantungan terhadap platform tersebut pada banyak bisnis. Panel juga mengidentifikasi komputasi awan dan kolokasi (penitipan server) sebagai salah satu dari beberapa industri baru yang berkembang pesat dan menjadi semakin kritis.  

"Perkembangan komputasi awan dan kolokasi (penitipan server) semakin cepat. Kami berada di posisi terdepan dalam hal adopsi komputasi awan untuk industri-industri inti, dan juga bagi layanan kritis masa depan—misalnya jaringan IoT yang mendukung kota dan manufaktur pintar—yang akan berkembang di awan (cloud)," ujar panelis Tony Gaunt, direktur senior untuk kolokasi, komputasi awan dan perbankan, layanan keuangan serta asuransi untuk Vertiv di Asia.(wn)  

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
Lifestyle-Roaming-Costs-v2.jpg
More Stories
telkom sigma
smartfren