blanja.com
telkomsel halo
finnet KTM

Microsoft Azure tumbuh tinggi di Asia Pasifik

11:36:28 | 25 Nov 2016
Microsoft Azure tumbuh tinggi di Asia Pasifik
ilustrasi
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – Microsoft Asia Pasifik berhasil mencatat pertumbuhan tiga digit untuk Microsoft Azure di sepuluh bulan pertama tahun 2016.

Beberapa pelanggan yang telah menggunakan Microsoft Azure meliputi Bhinneka.com (eCommerce, Indonesia), Fullerton Healthcare (kesehatan, Singapura), Peregrine (ritel, Australia), PTT (minyak & gas, Thailand), RingMD (penyedia layanan kesehatan virtual, Singapura), The Yield (pertanian, Australia), dan Trade Me (eCommerce, Selandia Baru).

Perusahaan-perusahaan ini mengandalkan layanan komputasi awan Azure terpadu – advanced analytics, Internet of Things (IOT), database, machine learning, bots, cognitive APIs, keamanan, mobile, jaringan, penyimpanan, dan web – untuk membangun, menyebarkan, dan mengelola berbagai aplikasi di organisasi mereka.

Dalam dunia yang kini terkoneksi dengan komputasi awan, mobilitas, dan data, organisasi mulai menyadari adanya kebutuhan untuk memodernisasi infrastruktur TI mereka agar dapat menciptakan model bisnis baru. Hal ini sangat penting karena organisasi harus gesit dan inovatif dalam menemukan peluang pertumbuhan pasar yang memungkinkan organisasi untuk memicu transformasi bisnis yang relevan dengan masyarakat.

Peran penting teknologi komputasi awan dalam proses transformasi digital organisasi telah mendorong pertumbuhan adopsi layanan komputasi awan seperti Azure di kawasan Asia Pasifik.

"Prioritas para pemimpin bisnis saat ini adalah kemampuan untuk mendefinisikan kembali model pertumbuhan bisnis yang mampu menanggapi dinamika baru dari pasar global. Dalam dunia digital saat ini, komputasi awan menjadi landasan bagi organisasi dari segala ukuran untuk menciptakan masa depan digital mereka sendiri. Perusahaan yang telah menggunakan dan merasakan manfaat Microsoft Azure berhasil mendapatkan keunggulan kompetitif, sehingga mampu menghasilkan aliran pendapatan dan model bisnis baru," kata General Manager, Cloud and Enterprise Division, Microsoft Asia Pacific Andreas Hartl dalam rilisnya, kemarin.

Dengan strategi komputasi awan unik yang mencakup private cloud, public cloud dan Software-as-a-Service, Microsoft diakui oleh Gartner, perusahaan penelitian dan penasihat independen terkemuka, sebagai satu-satunya vendor yang terpilih sebagai pemimpin bagi enterprise cloud workloads dari 17 studi Magic Quadrants mereka. Termasuk di dalamnya, Azure berhasil menjadi pemimpin bagi Cloud Infrastructure as a Service, Cloud Storage Services, dan Application Platform as a Service.

"Momentum kuat terhadap Azure di Asia Pasifik menunjukkan dukungan terhadap masa depan roadmap produk, ekosistem kemitraan, dan investasi data center yang berkelanjutan. Microsoft berkomitmen untuk berkontribusi kepada organisasi dari segala ukuran, dan membantu semua pelanggan untuk meningkatkan produktivitas mereka dalam menjalankan transformasi digital di dunia mobile-first, cloud-first," tambahnya.

Microsoft Azure tersedia di seluruh Asia Pasifik melalui 11 jaringan data center Microsoft yang dioperasikan di wilayah ini. Pada Mei 2016, Microsoft mengumumkan penambahan wilayah data center terbaru Azure di Seoul, Korea Selatan.

Di Asia Pasifik, banyak pelanggan Microsoft yang memanfaatkan Azure sebagai platform komputasi awan untuk pengembangan kemampuan digital dan peningkatan kapabilitas analisis data. Microsoft pun telah mencatatkan pertumbuhan sebesar tiga digit di IOT dan layanan advanced analytics.(wn)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
Lifestyle-IMS-Core-Android_300x250.jpg
More Stories
telkom sigma
smartfren
kerjasama CSI
kerjasama CSI