blanja.com
telkomsel halo
finnet KTM

Cloudera hadirkan analitik Big Data untuk Multi-Cloud dan Hybrid Cloud

08:57:25 | 02 Nov 2016
 Cloudera hadirkan analitik Big Data untuk Multi-Cloud dan Hybrid Cloud
ilustrasi(dok)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) — Cloudera, penyedia global manajemen data dan platform analitik tercepat, termudah dan teraman yang dibangun pada Apache Hadoop dan teknologi open source terbaru, mengumumkan peningkatan teknologi baru untuk platform utamanya yang akan mempermudah perusahaan dalam menggunakan infrastruktur cloud elastis yang dibutuhkan guna meningkatkan nilai bisnis yang signifikan dari semua data mereka.

Cloudera juga mengumumkan teknologi ini menghasilkan momentum yang signifikan bagi para pelanggan yang menjalankan lingkungan produksi pada infrastruktur cloud publik. Perpindahan menuju cloud merupakan suatu prioritas utama bagi para CIO pada tahun 2016 di seluruh dunia.

Menurut Gartner Survey Analysis, Adopsi Cloud Lintas Industri Vertikal Menunjukkan Lebih Banyak Persamaan Daripada Perbedaan, yang dirilis pada bulan Februari 2015, pembelanjaan TI di cloud publik berkembang pada CAGR tahun ke-lima sebanyak 18% hingga 2018, yang merupakan bukti tambahan bahwa pembelanjaan cloud jauh melampaui pembelanjaan IT dengan tidak menunjukkan tanda-tanda perlambatan.

Seorang analis industri lainnya, Tony Baer dari Ovum mengatakan bahwa cloud adalah tempat terjadinya gelombang Hadoop berikutnya. Ovum mengatakan bahwa peralatan dan pemanfaaatan cloud akan mendorong gelombang adopsi besar Hadoop dan analitik big data selanjutnya.

“Kami menggunakan Cloudera Enterprise pada AWS untuk merekam dan memproses ribuan peristiwa penting pada skala kami guna menyediakan klien perbankan kami dengan wawasan unik terkait para pelanggan mereka yang mendorong pertumbuhan pendapatan,” kata Chief technology officer and director of engineering, Novantas Kaushik Deka.

Banyak perusahaan enterprise, termasuk Adecco, Airbnb, GoPro, Nielsen, Novantas dan lain-lain, menjalankan Cloudera Enterprise pada infrastruktur cloud publik.

Alasan pemanfaatan pada layanan cloud hibrid, multi-cloud, atau cloud tunggal seringkali berhubungan dengan keinginan untuk melakukan hal-hal berikut:
● Menghemat biaya pembelian, konfigurasi, dan pemeliharaan hardware on-premise yang dibutuhkan untuk menjalankan aplikasi-aplikasi big data

● Meningkatkan kemampuan para teknisi dan analis data untuk menanggapi masalah bisnis melalui penyediaan self-service

● Memenuhi tujuan strategis untuk “berpindah ke cloud” demi mengurangi rekam jejak data center yang dimiliki perusahaan

“Membantu para pelanggan kami untuk berhasil menggunakan cloud merupakan tujuan strategis utama bagi Cloudera. Hari ini, platform enterprise kami ditempatkan secara khusus untuk mendukung setiap jenis beban kerja big data pada cloud, baik transient maupun jangka panjang, untuk menangani batch job demi mendukung pengembangan jalur lini data atau mendukung analisis SQL canggih dan pengolahan peristiwa yang kompleks. Kami menghadirkan elastisitas yang sebenarnya, yang dikembangkan untuk menangani permintaan beban kerja, dan menawarkan harga berbasis konsumsi yang diharapkan oleh pengguna pada cloud,” kata Co-founder and Chief strategy officer, Cloudera Mike Olson.  

Area pertumbuhan lain bagi cloud adalah minat terhadap arsitektur multi-cloud dan hybrid cloud. Perusahaan semakin ingin untuk dapat menjalankan beban kerja on-premise tertentu dan beban kerja lainnya pada cloud, baik untuk skala tambahan, untuk pengembangan dan pengujian, maupun untuk memenuhi kesepakatan tingkat layanan atau peraturan perindustrian. Di saat yang sama, para pelanggan ingin mengurangi risiko mereka dengan tidak mengunci data mereka dalam penawaran layanan cloud tertentu.(ak)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
Lifestyle-IMS-Core-Android_300x250.jpg
More Stories
telkom sigma
smartfren
kerjasama CSI
kerjasama CSI