blanja.com
telkomsel halo

Alfacart.com perkuat layanan O2O dengan Alfamart

12:15:04 | 21 Dec 2016
Alfacart.com perkuat layanan O2O dengan Alfamart
Catherine Hindra Sutjahyo(dok)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko)  – Alfacart.com mempererat sinerginya dengan Alfamart guna memperkuat strategi layanan Online-to-Offline (O2O).

Hingga penghujung 2016, Alfacart.com telah bersinergi dengan  lebih dari 8 ribu Toko Alfamart untuk menyediakan layanan pengambilan barang (pick up point), 12.389 Toko Alfamart untuk menyediakan layanan pembayaran langsung di kasir toko setempat (pay at store), dan Toko Alfamart yang siap melayani para mitra penjual dalam mengirimkan produk-produk yang dipasarkannya melalui Alfacart.com.  

“Pertumbuhan transaksi Alfacart.com terus mengalami pertumbuhan signifikan setiap bulannya dan layanan O2O yang menjadi andalan strategis kami telah menunjukkan keberhasilan dalam mendorong masyarakat Indonesia untuk kian meminati transaksi online sekaligus mengurai beberapa simpul persoalan yang selama ini menjadi tantangan industri,” kata CEO Alfacart.com Catherine Hindra Sutjahyo, dalam rilisnya, belum lama ini.

Merujuk pada berbagai survei dan temuan, industri eCommerce Indonesia dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti persoalan logistik, pembayaran, infrastruktur, hingga persoalan masih rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat dalam berbelanja online.

Layanan O2O yang dikembangkan secara unik oleh Alfacart.com memungkinkan untuk menjawab berbagai tantangan tersebut. Dalam hal logistik, jaringan distribusi terluas yang dimiliki oleh Alfacart.com yang terbangun berkat kolaborasi sinergis dengan Alfamart, menjadikan pengiriman barang dengan kualitas terjamin dapat menjangkau hingga ke wilayah yang selama ini belum terjangkau oleh layanan logistik pada umumnya.

Konsumen di wilayah yang selama ini tidak dapat terjangkau oleh layanan pengiriman barang, dapat menuju ke Toko Alfamart terdekat. Hingga Desember 2016, sebanyak lebih dari 8000 Toko Alfamart telah siap untuk memberikan dukungan layanan Delivery & Pick Up Point untuk pengiriman barang dari Alfacart.com dan pengambilan barang secara langsung oleh pelanggan.

Jaringan O2O terluas yang dimiliki oleh Alfacart juga mampu menjadi solusi atas tingginya kekhawatiran konsumen dalam melakukan pembayaran online. Persoalan pembayaran ini juga termasuk masih rendahnya tingkat kepemilikan akun perbankan masyarakat Indonesia (36%) yang seringkali dibutuhkan dalam metoda pembayaran untuk transaksi online.

Dengan layanan Pay at Store, atau pembayaran langsung di kasir-kasir sejumlah 12.389 Toko Alfamart yang tersebar di hampir seluruh wilayah tanah air, pelanggan Alfacart.com dapat melakukan pembayaran atas pembelian barang-barang secara online melalui Alfacart.com.

“Melalui fasilitas Drop-Off Point di lebih dari 2000 Toko Alfamart, kami berharap dapat mendukung optimalisasi kinerja para mitra – khususnya kalangan UKM atau UMKM, dalam mengakselerasi pemasaran mereka. Penyediaan fasilitas ini adalah komitmen teguh Alfacart.com selaku marketplace yang selaras dengan upaya pemerintah untuk mendorong para pelaku bisnis skala kecil dan menengah untuk go-digital dalam rangka mempercepat laju pengembangan bisnis di era serba internet ini,” ujar COO & CMO Alfacart.com Haryo Suryo Putro.

Inovasi layanan berbasis O2O yang akan dikembangkan berikutnya di tahun 2017 adalah penyediaan fasilitas Return Point dan Purchase Point.

Asal tahu saja, secara wilayah, Jawa Timur menjadi pasar terbesar (42%) disusul Jabodetabek (33,69%) dan Jawa Tengah (17,66%). Untuk peringkat per kota, Malang menjadi kota dengan jumlah transaksi terbesar pertama (12,061%) dan Sidoarjo berada di posisi ketiga (6,061%) setelah DKI Jakarta (14,212%).

Pelanggan Alfacart.com menempatkan kategori produk kebutuhan rumah tangga sehari-hari atau groceries di posisi teratas dalam aktivitas berbelanja mereka (48,4%). Preferensi ini menjadi indikasi positif telah dimanfaatkannya e-Commerce untuk pemenuhan kebutuhan pokok keseharian yang tidak lagi hanya terfokus pada kebutuhan-kebutuhan sekunder.

Di posisi berikutnya, produk-produk pendukung gaya hidup menempati posisi kedua (33,08%), disusul gadget dan elektronik (11,67%) dan fashion (6,85%).(id)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
hut idt 6
More Stories
telkom sigma
kerjasama CSI
kerjasama CSI