blanja-tcash
telkomsel halo

Wow, sudah 6 ribuan pelaku usaha bergabung di ITX marketplace

05:20:11 | 22 Nov 2016
Wow, sudah 6 ribuan pelaku usaha bergabung di ITX marketplace
Arief Yahya (tengah) kala meluncurkan ITX marketplace beberapa waktu lalu. (dok)
JAKARTA (IndoTelko) - Platform digital marketplace yang mengintegrasikan seluruh ekosistem pariwisata secara menyeluruh, ITX Marketplace, telah berhasil menggaet sekitar enam ribuan pelaku usaha dari berbagai industri untuk mendukung sektor pariwisata lebih kompetitif.

"Kemenpar sudah roadshow ke beberapa daerah untuk memberikan bimbingan workshop bagi supplayer seperti hotel, restoran, theme park, water park, rent car, souvenir shop, airlines, dan semua yang terkait dengan layanan wisata. Tak ketinggalan juga para distributor, seperti tour operator, tour agent, tour guide khusus dan lainnya. Sudah hampir 6.000 industri bergabung ITX Indonesia Travel Xchange," ungkap Menpar Arief Yahya seperti dikutip dari laman Kemenpar, (22/11).

Dijelaskannya, melalui ITX industri lebih leluasa dan siap bersaing di bisnis pariwisata. "Mereka bisa mengemas paket-paket yang jauh lebih kreatif, lebih variatif, lebih luas jangkauannya karena langsung masuk ke pasar global. Ingat, more digital more global, more digital more personal, more digital more professional," kata Arief. (Baca: Manfaat ITX marketplace)

Dikatakannya, dalam rangka mengembangkan ITX marketplace, Kemenpar telah melakukan sosialisasi ke Kota Batam (Kepri), Magelang (Joglosemar), Medan (Sumut), Banda Aceh (NAD) dan Jakarta. Selanjutnya akan hadir di Bali, Labuan Bajo, Lombok, dan seterusnya.  

Cara bergabung ke ITX sangat mudah, gratis alias tidak perlu abonemen, juga tidak perlu membayar iuran untuk membuka jalan ke digital. Kemenpar menyediakan template website gratis, booking system gratis dan payment system gratis pula.

Melalui ITX Indonesia Travel Xchange, langsung bisa bertransaksi dari searching, booking sampai payment.

Ketua Probis ITX, Sigma Claudia Ingkiriwang memastikan bahwa ITX itu bukanlah Online Travel Agent (OTA), seperti Traveloka atau Agoda. ITX bukan pelaku bisnis pariwisata, bukan penjual tiket ataupun pembuat paket wisata. "ITX itu IT company, bergerak di teknologi, jadi jangan khawatir, kami netral, tidak berbisnis di travel," kata Claudi.

"ITX ini hanya mesin untuk mempertautkan customers atau traveller yang hendak berwisata ke Indonesia dengan induatrinya. Ada accomodation, airlines, dan attraction. Dari searching sampai payment di digital, tidak lagi transfer, bayar via ATM, apalagi teller di bank? Juga tidak perlu komunikasi telepon, karena bisa booking dan security pembayarannya aman," kata Claudia.

Seperti diketahui, pariwisata sudah ditetapkan menjadi core ekonomi Indonesia. Sektor pariwisata dianggap mampu menyumbang PDB, Devisa dan Lapangan Kerja yang paling mudah, murah dan cepat. “Soal PDB, pariwisata menyumbang 10% PDB nasional, dengan nominal tertinggi di ASEAN. Selama ini kita itu angkanya selalu buruk, di pariwisata ini kita menemukan angka terbaik di regional,” kata Arief.

Saat ini PDB pariwisata nasional tumbuh 4,8% dengan tren naik sampai 6,9%, jauh lebih tinggi daripada industri agrikultur, manufaktur otomotif dan pertambangan. Devisa pariwisata sebesar US$ 1 Juta, menghasilkan PDB US$ 1,7 Juta atau 170%. Itu terbilang tertinggi dibanding industri lainnya.

“Jadi kalau selama ini orang mengkategorikan industri itu menjadi migas dan non migas, maka kelak industri itu akan menjadi pariwisata dan non pariwisata,” kata Arief.(wn)

fb tw
Share
Artikel Terkait
loading...
Rekomendasi
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma
indihome