blanja.com

Liberalisasi WiCo, Telkom tawarkan konsep Warnet 2.0

18:32:40 | 09 Nov 2017
telkom solution travel
Liberalisasi WiCo, Telkom tawarkan konsep Warnet 2.0
Logo WiCo (ist)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Saat ini akses internet sudah menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat luas.

Kebutuhan akses internet sudah hampir tidak bisa dihindari, ke depan seluruh aspek kehidupan sudah bergerak ke revolusi digital. Sesuatu yang akan merubah peradaban manusia ke tataran peradaban yang tidak bisa dibayangkan sekarang.

Di masa lalu, di era Narrow Band, saat internet masih dial-up maupun beberapa  sudah menggunakan teknologi ADSL kabel tembaga, Indonesia menyikapi kebutuhan akses internet dengan mejamurnya warung internet (Warnet).

Saat itu pengelola Warnet menyediakan banyak komputer desktop (PC) yang disewakan ke pengguna dengan tarif jam-jam-an. Internet adalah sesuatu yang mewah yang hanya bisa diakses di Warnet.

Pada perioda keemasan Warnet, sekitar 1997 sampai 2007, Warnet merupakan tempat pilihan utama bagi masyarakat yang baru keranjingan internet, memeriksa email maupun meng-akses situs-situs favourit mereka.

Namun era keemasan Warnet sudah pudar, saat ini nasib Warnet sudah terpuruk.

Masyarakat sudah semakin mudah mendapatkan akses internet. Gadget, Laptop, Tablet dan Smartphone menggantikan Komputer Desktop (PC). Kita bisa lihat banyak PC sudah menggangur tidak hanya di Warnet, namun juga hampir semua Business Centre di Hotel-hotel, maupun Airline lounge di Bandara.

Akses internet makin mudah didapatkan, mulai dari operator seluler via 3G/4G hingga layanan WiFi gratis di ruang publik dan kafe.

Dibalik semua itu, ada  yang perlu digaris-bawahi adalah pertumbuhan titik WiFi sangat fenomenal. Akses Internet melalui WiFi kini menjadi pilihan utama bahkan konsumsi bandwidth-nya sudah melampaui mobile seluler. Wifi semakin banyak digunakan di rumah, kantor dan ruang-ruang publik.

Indonesia yang demikian besar populasi penduduk dan luas cakupan wilayahnya memberikan ruang pertumbuhan broadband yang demikian dahsyat sampai dengan sepuluh tahun ke depan.

“Warnet bisa kita hidupkan kembali, dengan konsep yang benar benar baru dengan basis konektivitas WiFi dengan backhaul 100%Fiber, sebut saja konsep Warnet 2.0," kata Direktur Enterprise Telkom Dian Rachmawan kala berbincang dengan IndoTelko, Kamis (9/11).

Konsep
Konsep Warnet 2.0 sama sekali tidak lagi perlu menyediakan komputer PC. Pengelola cukup menyediakan tempat, meja kursi dan colokan listrik serta segala kenyamanan makanan dan minuman ringan yang bisa dijual oleh pengelola Warnet.

“Pengunjung sudah mempunyai Laptop, Tablet dan Smartphone sendiri. Warnet 2.0 cukup sediakan yang dibutuhkan pengunjung yakni Internet super-cepat, kuota unlimited dan kenyamanan," katanya.

Dian mengatakan, untuk mendukung konsep Warnet 2.0, Telkom meliberalisasi layanan WiFi Corner yang selama ini identik berada di Kantor Telkom menjadi bisa dikelola oleh pihak ketiga. WiFi corner yang diliberalisasi ini menggunakan backhaul 100% Fiber Optik dengan kecepatan mulai dari 100 mbps sampai 1,000 mbps.  

Pengunjung cukup membeli Login (Username dan Password) dengan tarif yang sangat murah lalu bisa menikmati akses wifi.id dengan kuota unlimited.

"Kita tawarkan bagi hasil bagi yang mau mengembangkan Warnet 2.0 dengan WiFi Corner (WICO)," katanya.

Diharapkannya,  WICO bisa membantu pemerataan akses internet untuk semua lapisan masyarakat terutama di beberapa daerah yang belum tersedia fasilitas WIFI Gratis di ruang ruang publik.

“WICO sangat membantu bagi wilayah wilayah yang penetrasi Broadband masih rendah di rumah-rumah dan ruang publik. Telkom sangat paham bahwa akses internet adalah kebutuhan hak asasi manusia yang dijamin dalam UUD 1945 pasal 28 ayat F,” pungkas Dian.(ad) 

Telkom Smart City
Artikel Terkait
telkom solution travel
More Stories
telkom smart city
telkom sigma
telkom DBS / liputan khusus
kerjasama CSI