blanja.com

SimpliDOTS bikin bisnis distributor moncer

07:15:49 | 06 Dec 2017
telkom solution travel
SimpliDOTS bikin bisnis distributor moncer
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – Platform online yang mengintegrasikan semua proses di distribusi barang, SimpliDOTS, menawarkan kemudahan bagi distributor dalam menjalankan bisnisnya.

"Distributor kerap kewalahan dalam memasarkan barang ke retailer. Menurut pengamatan kami, itu karena kebanyakan distributor masih memantau dan melakukan operasionalnya secara manual. Bayangkan apabila ada ratusan atau ribuan retailer yang harus dijangkau, akan membuat perusahaan distributor kewalahan,” ujar CEO SimpliDOTS, Jowan Kosasih dalam keterangannya, kemarin.

Dirinya mengaku sering melihat permasalahan tersebut sejak berkecimpung di bisnis distribusi keluarganya yang sudah berjalan puluhan tahun di Medan.

Aktivitas sebuah perusahaan distribusi memang termasuk panjang. Dimulai dari sales menawarkan barang ke retailer, pengiriman order ke gudang, pengecekan stok, hingga pengiriman dengan supir. Proses yang panjang tersebut harus dilakukan dan dicek secara manual. Hal itu kerap membuat produktivitas terhambat, padahal distributor dikejar target oleh perusahaan produsen.

“Walaupun kesalahan terletak pada sistem yang belum terintegrasi, jika distributor tidak memenuhi target, tetap saja kontrak bisa diputus,” tambahnya.

Berangkat dari situ, Jowan mengajak Hendy Sumanto dan Ginanjar Nugroho, sahabatnya, untuk membuat platform online yang mengintegrasikan semua proses di distribusi barang. “Dengan SimpliDOTS, perusahaan bisa memantau stok barang di gudang, status keuangan, hingga kinerja salesforce dalam satu dashboard,” jelas Jowan.

Tidak hanya itu, SimpliDOTS juga berhasil mengembangkan aplikasi mobile yang terintegrasi. Sehingga, sales perusahaan distribusi bisa menunjukkan promo barang dan melakukan placing order secara online. “Masalah lain yang sering dihadapi oleh distributor adalah kurir atau driver. Lewat aplikasi ini, perusahaan bisa memantau dan memastikan apakah barang benar-benar disampaikan oleh kurir,” tambah Jowan.

Chief Operational Officer (COO) SimpliDOTS Hendy Sumanto menambahkan ke depannya perseroan sedang mengembangkan fitur data mining sehingga perusahaan dapat mengetahui barang apa saja yang laku di pasar, serta memprediksi barang yang apa yang akan laku. “Dengan begitu, perusahaan bisa mempersiapkan stock barang tersebut,” katanya.

Sejak dimulai di awal tahun 2017, SimpliDOTS telah berhasil menggandeng 9 perusahaan sebagai client. Lini bisnis yang dijalankan beragam, namun terutama adalah fast moving consumer goods (FMCG) atau produk yang dijual secara cepat dan murah. Contohnya adalah kebutuhan sehari-hari seperti makanan, minuman, sabun, dan lain sebagainya.

Saat ini, SimpliDOTS sedang menjajaki kerjasama dengan beberapa perusahaan besar di Indonesia. Diharapkan dengan keberadaan SimpliDOTS, jaringan distribusi di Indonesia akan semakin maju dan efisien.

Asal tahu saja, Indonesia bukanlah pasar yang mudah ditembus oleh perusahaan consumer goods. Menurut penelitian gabungan McKinsey dan Nielsen (2015), jika perusahaan ingin menyebarkan produknya, mereka harus berbisnis dengan retailer yang jumlahnya mencapai 4.1 juta.(ak)

Telkom Smart City
Artikel Terkait