blanja

Marketplace ITX akan operasional 100% di Q2-2017

08:45:30 | 23 Dec 2016
telkom solution travel
Marketplace ITX akan operasional 100% di Q2-2017
finnet KTM
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – Kementrian Pariwisata (Kemenpar) berharap platform  marketplace Indonesia Tourism Exchange (ITX) akan beropersional penuh pada kuartal kedua 2017 mendatang.

"ITX diperkenalkan pada September 2016. Ini merupakan platform digital market place dalam ekosistem pariwisata atau yang mempertemukan buyers dan sellers.Semua travel agent, akomodasi, atraksi dikumpulkan untuk bertransaksi via digital. Kami berharap triwulan II/2017 sudah operasional 100% dan semua industri pariwisata sudah go digital,” kata Menpar Arief Yahya seperti dikutip dari laman Kemenpar, kemarin.

Diungkapkannya, Digital market place khusus tourism itu sudah disosialisasikan di 10 kota. Dari Batam Kepri, Medan Sumut, Banda Aceh NAD, Jakarta, Bali, Lombok, Labuan Bajo, Surabaya, Banyuwangi. "Promosi yang selama ini bertitik berat di Branding dan Advertising, mulai bergeser ke Selling. Ingat BAS. Branding sudah dilakukan gencar di tahun pertama, Advertising digeber tahun kedua. Tahun ketiga sudah harus Selling to the point. Kita buat wisatawan tidak bisa menolak untuk berwisata ke Indonesia,” kata Arief.

Selain itu juga telah diluncurkan War Room M-17 di gedung Sapta Pesona, kantor Kemenpar sebagai pusat pemantauan berbasis teknologi digital. Dalam ruang War Room M-17 memiliki 16 layar LED touch screen untuk memantau 4 aktivitas utama yakni; pergerakan angka-angka pemasaran mancanegara dan pemasaran nusantara, tampilan big data berisi keluhan, kritik, saran, semua testimoni baik negatif maupun positif.

Pusat komando ini menampilkan pergerakan wisman dan wisnus secara real up date termasuk data strategi untuk menghadapi kompetitor seperti Malaysia sebagai common enemy dan Thailand sebagai musuh profesional pariwisata Indonesia. Selain itu ditampilkan pula indikator positif-negatif mengacu pada Tour and Travel Competitiveness Index (TTCI) World Economic Forum (WEF) sebagai standar global.

Sebelumnya, Pria yang akrab disapa AY itu menetapkan tiga poin penting yang akan dikerjakan Kemenpar di 2017 yakni Go Digital, Air Connectivity, dan Homestay Desa Wisata. Tiga hal itu akan diselaraskan dengan kapasitas destinasi di 3 greaters (Bali, Jakarta, Kepri) serta 10 top branding dan 10 Top Desinasi sebagai Bali Baru.

Sejauh ini, capaian jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Januari hingga Oktober 2016 mencapai 9.403.614 wisman. Angkanya tumbuh 9,54% dibandingkan periode yang sama tahun 2015 yang mencapai 8.54.832 wisman. Hingga akhir Desember 2016, target 12 juta wisman diproyeksikan akan terlampaui dengan estimasi kunjungan wisman November sebesar 1,3 juta dan Desember 1,5 juta wisman.

“Target pada triwulan 4 (Oktober, November, Desember) 2016 sebesar 3,9 juta wisman atau 32,5%. Pada Oktober sudah tercapai 1,040 juta atau tumbuh 18,55%. Sedangkan sisanya 2,86 juta. Saya optimis akan terlampaui karena dalam tiga bulan tersebut adalah saat peak seasons dan menurut data akan terjadi pertumbuhan tinggi hingga dua digit,” kata Menpar Arief Yahya.

Menurutnya, selama 2016 pariwisata sudah on the track. Kontribusi pariwisata terhadap perekonomian (PDB) nasional sebesar 11%. Devisa yang dihasilkan Rp 172 triliun dan penyerapan 11,8 juta tenaga kerja (langsung, tidak langsung, dan ikutan). “Capaian kinerja pariwisata tahun 2016 ini semakin menguatkan kita untuk meraih target 2017 hingga 2019,” kata Arief.

Untuk 2017, pemerintah sudah mematok target kontribusi Pariwisata terhadap perekonomian (PDB) nasional sebesar 13%. Sementara devisa yang dihasilkan sebesar Rp 200 triliun. Penyerapan tenaga kerja dipatok 12 juta, jumlah kunjungan wisman 15 juta dan pergerakan wisnus 265 juta, serta indeks daya saing (WEF) berada di ranking 40, dari posisi saat ini di ranking 50 dunia.(ak)

Telkom Smart City
Artikel Terkait
telkom solution travel
Lifestyle-Roaming-Costs-v2.jpg
More Stories
telkom smart city
telkom sigma
telkom DBS / liputan khusus