blanja

Digital tourism butuh dukungan ekosistem pariwisata

10:05:15 | 09 Dec 2016
telkom solution travel
Digital tourism butuh dukungan ekosistem pariwisata
ilustrasi
finnet KTM
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – Pemain Online Travel Agent (OTA) siap menyukseskan agenda pemerintah yang menargetkan adanya 265 juta perjalanan wisata nusantara di tahun 2017.

“Kami sepakat dengan pernyataan pemerintah, bahwa kunci keberhasilan pembangunan kepariwisataan nasional harus melibatkan semua stakeholders: akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah, dan media. Kerjasama semua unsur tersebut menjadi kekuatan kita bersama-sama. Sebagai pelopor digital tourism, kami menyadari bahwa wisatawan perlu mendapatkan layanan informasi, perbandingan hingga pemesanan paket wisata yang lebih mudah dan lebih hemat,” papar Sumartok, CEO Tripvisto Nusantara Jaya (Tripvisto.com) dalam keterangannya, kemarin.

Diungkapkannya, berdiri sejak 2014, Tripvisto adalah situs layanan marketplace paket liburan, rail pass, dan tiket atraksi wisata pertama di Indonesia. Berhubungan langsung dengan supplier travel lokal dari berbagai daerah di Indonesia maupun dunia, memungkinkan Tripvisto memangkas bermacam-macam biaya, sehingga mampu menghadirkan paket perjalanan yang paling menarik dan khas, dengan harga paling hemat setiap hari. (Baca: Digital Tourism dari Kemenpar)

Tak hanya itu, Tripvisto juga melayani pembelian tiket hemat wahana wisata di berbagai penjuru dunia secara online seperti Disneyland, Universal Studios, WaterBoom Bali, Bali Zoo, dan sebagainya.  

Hingga saat ini, Tripvisto memiliki lebih dari 1500 paket wisata tujuan domestik dan 5000 paket wisata hingga ke 70 negara. Mendukung dan memeriahkan “Hari Belanja Online” (Harbolnas) pada 12 Desember 2016 mendatang, Tripvisto memberikan diskon paket wisata hingga 12%+12%.

Kesiapan bandara
Secara terpisah, Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengaku siap mendukung aksi Kementrian Pariwisata (Kemenpar) untuk 2017 terutama dari sisi porsi tanggung jawab Angkasa Pura II di sisi kapasitas bandara.

“Salah satu yang kami persiapkan adalah bandara Soekarno-Hatta sebagai pintu gerbang Indonesia. Kita sedang selesaikan pembangunan taman di dalam Terminal 3 Soekarno-Hatta. Selain itu kita terus perluas layanan WiFi di sekitar Terminal 3 agar bisa memenuhi tren traveler sekarang yang menjadikan bandara sebagai salah satu lokasi eksis di media sosial,” kata Awaluddin.

Penampakan taman kecil di Terminal 3

Mengutip data yang dikeluarkan OAG belum lama ini, Bandara Internasional Soekarno-Hatta adalah bandara paling terhubung di wilayah Asia Pasifik.

Data terbaru AOG mengenai Megahub Indeks perusahaan, bandara Soekarno-Hatta  menempati peringkat pertama dalam daftar top 10 Asia “megahub” bandara dengan 566 indeks konektivitas, berada di depan bandara Haneda Jepang (418) dan bandara Australia Sydney Airport (389).

Di atas 50 daftar bandara paling terhubung di dunia, yang didasarkan pada jumlah koneksi yang tersedia dan jumlah tujuan yang dilayani, Bandara Soekarno Hatta Jakarta berada diposisi ketujuh. Diperkirakan lebih dari 40.000 sambungan penerbangan potensial yang menghubungkan penumpang hingga ke 71 tujuan.

Bandara Soekarno Hatta di rencanakan akan mengalami perubahan besar selama lima tahun ke depan, yang diketahui membutuhkan dana sekitar Rp 30 triliun, dalam upaya untuk menjadi bandara internasional terbaik sekaligus menjadi pusat transit internasional.

Muhammad Awaluddin (kiri)

Awaluddin menambahkan, selain Soekarno-Hatta, perseroan akan melansir terminal kedatangan internasional baru di Bandara Husein Sastranegara, Bandung pada minggu pertama Januari 2017.

Dikatakannya, dengan dibangun terminal internasional di Husein Sastranegara maka daya tampung akan bertambah yakni mencapai satu juta penumpang pertahun. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah penumpang di Bandara Husein Sastranegara sendiri sekitar 250 ribu sampai 300 ribu penumpang.

“AP II akan berperan aktif dalam meningkatkan frekuensi kunjungan wisman ke Indonesia, khususnya melalui bandara yang dikelola perusahaan. AP II juga akan ikut berpartisipasi dalam setiap event internasional dan kegiatan-kegiatan lainnya. Salah satu bukti kerja keras AP II mendukung industri pariwisata bisa dilihat dari keberhasilan bandara Sultan Iskandar Muda International Airport meraih World's Best Airport for Halal Travellers kemarin. Ini Bakti kami bagi negeri,” kata Pria yang sudah mulai beruban ini.(id)

Telkom Smart City
Artikel Terkait
telkom solution travel
Lifestyle-Roaming-Costs-v2.jpg
More Stories
telkom smart city
telkom sigma
telkom DBS / liputan khusus
kerjasama CSI
kerjasama CSI