blanja.com

Besarkan eMoney, Telkomsel akan "Lepas" T-CASH?

15:58:53 | 05 Dec 2017
telkom solution travel
Besarkan eMoney, Telkomsel akan
Danu Wicaksana (dok)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Telkomsel sepertinya serius membesarkan layanan uang elektronik melalui produk T-CASH.

Sinyal itu ditunjukkan dengan memisahkan kantor dari T-CASH dengan Telkomsel sebagai bagian dari mempersiapkan T-CASH menjadi entitas bisnis tersendiri agar lebih mandiri dan lincah bermain mobile finance.

"Arah ke jalan itu (menjadi entitas sendiri) memang ada. Tetapi kalau ditanya sekarang, posisi T-CASH adalah Strategic Business Unit (SBU/unit bisnis) dari Telkomsel. Kita belum menjadi anak usaha atau subsidiary," ungkap CEO of TCASH Danu Wicaksana kala temu media, Selasa (5/12).

Menurutnya, menjadi bagian dari sebuah organisasi yang besar seperti Telkomsel ada plus dan minus. Tetapi jika memang ingin serius menggarap mobile finance dibutuhkan organisasi yang independen, agile dengan otoritas yang jelas. "Omongan ke arah itu (menjadi Perusahaan sendiri) memang ada dan serius," ungkapnya.

IndoTelko yang mendapat kesempatan berkeliling ke dalam kantor TCASH memang merasakan suasana sebuah startup di lingkungan kerjanya. Bahkan, karyawan yang bergabung di TCASH pun didominasi generasi Milenial.

"Tahun lalu kita memang lakukan evaluasi terhadap TCASH setelah pada 2015 dikenalkan fitur Tap CASH oleh Dirut Telkomsel Ririek Adriansyah. Kami cleansing jutaan pelanggan yang tak aktif, sehingga sekarang punya 10 juta pengguna terdaftar untuk TCASH," katanya. (Baca: Revitalisasi T-CASH)

Layanan
Dijelaskannya, T-CASH menghadirkan beragam inovasi layanan dan produk yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pelanggan di dua segmen utama, yaitu lifestyle dan mikro.

Bagi pelanggan di segmen lifestyle, yang menginginkan kemudahan dan kenyamanan, T-CASH menghadirkan fitur T-CASH Sticker Tap dan Snap QR Code yang bisa digunakan untuk bertransaksi di lebih dari 50,000 partner merchants yang telah berkolaborasi (baik F&B maupun non F&B); serta sistem pengisian saldo yang mudah di lebih dari 60,000 titik layanan di seluruh Indonesia (meliputi jaringan ATM Bersama, GraPARI, Mobile GraPARI, minimarket seperti Indomaret dan Alfamart, serta berbagai outlet pulsa Telkomsel).

Aplikasi T-CASH sendiri pun kini telah diunduh sebanyak sekitar 2 juta kali (Android dan iOS).

T-CASH juga mengembangkan layanannya bagi kalangan masyarakat mikro yang belum terjangkau perbankan (unbanked) melalui kerjasama yang erat dengan bank-bank yang menjadi rekan strategis.

Dalam kerjasama ini, pelanggan unbanked bisa mendapatkan akses finansial yang mudah, seperti cek saldo tabungan, transfer, pembayaran, dan tarik tunai tanpa perlu mendatangi kantor fisik bank. Selain itu, tahun ini, T-CASH pun menginisiasikan layanan international remittance untuk memudahkan pengiriman uang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari luar ke dalam negeri, dengan biaya yang lebih murah dari opsi yang TKI miliki saat ini.

Beberapa layanan yang paling diminati oleh pengguna adalah pengisian pulsa telepon; pembelian token listrik; pembayaran berbagai jenis tagihan (seperti air, BPJS, asuransi, dan TV kabel); pembelian voucher game; pembayaran di merchant (seperti di Starbucks, McDonald’s, KFC, Cha Time, Indomaret, dan Alfamart); serta pengiriman uang melalui fitur P2P (peer to peer).

Asal tahu saja, Telkomsel merilis T-Cash sejak 2008 lalu. Beberapa kali revitalisasi dilakukan anak usaha Telkom ini untuk mengangkat pamor T-CASH. Sayangnya, jika melihat hasil Fintech Report 2017 yang dikeluarkan Daily Social, platform ini bukanlah yang akrab digunakan masyarakat untuk transaksi non tunai. Pamor T-CASH kalah jauh di pasar dari GO-PAY, Toko Cash (Tokopedia), dan GrabPay.(dn)

Telkom Smart City
Artikel Terkait